Minggu, 11 Februari 2018

Kini Malaysia Pakai Kecerdasan Buatan untuk Mengatur Lalu Lintas

Kini Malaysia Pakai Kecerdasan Buatan untuk Mengatur Lalu Lintas

Alibaba Cloud, divisi cloud computing Alibaba Group, awal pekan ini meluncuran inisiatif Malaysia City Brain dalam rangka kolaborasi dengan Malaysia Digital Economy Corporation, dan pemerintah kota Dewan Bandaraya Kuala Lumpur.

City Brain adalah layanan Alibaba Cloud yang menggunakan big data dan kecerdasan buatan ( artificial intelligence - AI) di atas infrastruktur cloud computing untuk mengolah aneka data dalam manajemen Smart City.

Untuk penerapan awalnya, City Brain akan dipakai untuk mengatur lalu lintas. Berbekal daya komputasinya yang besar, City Brain bisa mengoptimalkan arus lalu lintas dengan mengkalkulasi waktu yang diperlukan untuk mencapai tiap perempatan.

City Brain juga mampu menghasilkan rangkuman data yang terstruktur, misalnya volume dan kecepatan lalu lintas di lajur tertentu, untuk mengetahui apabila ada insiden yang menghambat para pengguna jalan.

Selain itu, City Brain juga bisa diintegrasikan dengan sistem keadaan darurat dan ambulans untuk mengkalkulasikan jalan tercepat, dan mengatur lalu lintas supaya kendaraan darurat bisa sampai secepat mungkin di tujuan.

Alibaba berencana mengembangkan AI City Brain hingga turut mencakup area-area lain di luar manajemen smart city, termasuk enterprise, startup, kewirausahaan, juga lembaga riset dan edukasi seperti universitas.

"Lewat program ini, kami ingin memberdayakan semua pemegang kepentingan di Malaysia, di sektor publik dan swasta, dengan memberikan tool untuk meningkatkan efisiensi, memajukan inovasi, dan meraih sukses di era digital," sebut Presiden Alibaba Group, Simon Hu, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari South China Morning Post, Kamis (1/2/2018).

Kuala Lumpur adalah kota pertama di Malaysia yang menerapkan City Brain Alibaba. Sedangkan Malaysia merupakan negara pertama di luar China yang menerapkan City Brain. Kota tempat Alibaba bermarkas di China, Hangzhou, menjadi yang pertama kali menerapkan City Brain pada 2016 lalu.

Semoga Indonesia, khususnya Jakarta, tertarik mengaplikasikan program kecerdasan buatan ini untuk mengurangi kemacetan di ibukota.

0 komentar:

Posting Komentar